Jangan Katakan Bahwa Saya ….

Penulis : Yoyo, 28 Januari 2018

House Clover Hotel, Male City, Maldives 

Suasana ramai dan jalan sempit selalu saya nikmati disini, tepat hari ke 9 saya berada di Negara kecil yang bisa dikelilingi hanya dalam waktu kurang lebih 15 menit dengan mengendarai motor, dan terkenal dengan resort nya yang sangat indah, Negara yang 100% penduduknya adalah muslim, membuat saya tidak kesulitan mencari masjid, berbeda jauh ketika saya bekerja di China.

Ahh.. Sangat menyenangkan memang, Tuhan baik sekali dengan saya, kali ini Dia memberikan saya jalan untuk mengikuti kursus kepelatihan yang pada saat ini menjadi lisensi kepelatihan tertinggi di Indonesia, A AFC License. Sejak awal ketika pendaftaran C AFC License saya diterima oleh Federasi Sepakbola Brunei pada tahun 2014, saya sudah berjanji kepada diri saya, bahwa saya harus mendapatkan lisensi kepelatihan hingga Pro Diploma di 4 Negara yang berbeda, dan ini Negara ketiga yang pada sebelumnya saya berhasil mendapatkan kesempatan mengikuti kursus B AFC License di Malaysia, yang akhirnya bisa membawa saya melatih di China.

Banyak rekan atau pun orang lain bertanya, kenapa saya tidak mengambil di Indonesia saja? Yang sudah jelas lebih murah, penginapan, makan dll disiapkan oleh panitia, bahkan penerjemah pun disiapkan oleh PSSI ketika instrukturnya orang asing. Banyak komentar cukup tidak enak didengar oleh telinga mengenai hal ini, seakan2 mereka beranggapan bahwa, saya tidak menyukai Indonesia, lebih bagus diluar Negeri lah, sampai bahkan saya dengar bahwa ‘Halah.. Yoyoo ngapain sih ambil kursus buru-buru, masih muda, fokus lah dulu satu-satu’, dan masih banyak komentar-komentar lainnya.

Disini saya akan coba menjelaskan dengan gamblang, sehingga tidak ada lagi dan berkurang hal-hal yang kurang sedap tentang saya anak muda yang masih punya harapan besar Indonesia bisa masuk Piala Dunia.

Buat saya pribadi, beberapa alasan yang membuat saya semangat melangkahkan kaki saya untuk mengikuti kursus di beberapa Negara  adalah bahwa saya sangat menyukai hal yang tidak mudah didapat, entah sudah berapa email yang saya kirim ke puluhan Federasi Sepakbola dibawah naungan FIFA dan hampir semuanya menolak, anda sekalian bisa bayangkan apa mungkin saya menolak ketika Maldives FA menerima saya sebagai salah satu peserta kursus, dan saya harus katakan bahwa saya masih muda, saya santai saja. Sepertinya tidak demikian adanya bagi saya, karena di Sepakbola sedikit ruang dan sedikit waktu, ketika anda lambat, lawan sudah menguasai anda dan menyerang anda.

Dan mungkin saya tidak akan mengikuti kursus ini apabila PSSI tidak memberikan surat rekomendasi untuk saya, tidak akan pergi apabila Coach Djanur dan Management PSMS tidak mengijinkan saya untuk mengikutinya, karena saya sadar saya berada dibawah PSMS Medan dan Head Coach, anda sekalian bisa bayangkan betapa baiknya mereka. *ehem…

Selain hal tersebut diatas, saya memang orang yang sangat menyukai tantangan, mengapa demikian? Tantangan apa? Jelas, yang pertama adalah saya harus memikirkan untuk menabung lebih banyak uang karena sudah tentu saya harus membeli tiket dan mengatur rencana perjalan saya selama kursus, mencari tempat dimana saya akan tinggal, bagaimana dengan makanannya yang sangat berbeda dengan kebiasaan saya dan mencari sendiri untuk sarapan, makan siang dan makan malam, bagaimana harus mencari transport setiap hari dari hotel ke venue (kelas dan lapangan), bagaimana harus sepakat bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris tanpa ada penerjemah, bagaimana harus beradaptasi dengan peserta yang sudah pasti berbeda kultur, budaya, dll. Dan bagaimana saya fight dengan itu semua sambil saya berpikir dan berusaha bahwa saya harus lulus.

Ahh,, anda tidak perlu membayangkannya, karena menjalani hal tersebut cukup berat pada kenyataanya.

Rasanya tidak adil apabila anda katakan bahwa saya ambisius, saya masih terlalu muda, saya tidak fokus dengan kerjaan saya, saya mau buru-buru.

Anda sekalian cukup lakukan apa yang anda ingin lakukan, karena energi positif anda akan hilang ketika hanya berpikir negatif tentang orang lain. Karena pada akhirnya, sebenci apapun anda dengan saya, anda tidak akan bisa menghentikan langkah saya, karena do’a saya dan do’a kedua orang tua saya dalam sujud tidak ada satupun yang bisa mengalahkannya.

Hmm.. Tak terasa malam sudah cukup larut, cukup sulit sebenarnya menulis disaat jadwal padat dengan tugas yang tidak sedikit, apalagi masih 21 hari kedepan, perjalanan masih sulit dan panjang, tapi tenang saya pasti akan lulus dengan selamat..

 

SELESAI ….