Pecat Pelatih Bukan Solusi Tepat

Penulis : Yoyo, 17 Juni 2017

Sore ini hujan turun dengan derasnya membasahi China bagian timur, tepatnya di provinsi Fuzhou, sambil menunggu waktu take off ke Jakarta saya bersandar di bangku bandara yang cukup sepi, handphone selalu menemani saya untuk mendapatkan berita tentang Negara tercinta, yang paling sering saya lihat mengenai berita ialah twitter.

Pada bagian atas timeline saya ketika saya buka ialah pemecatan pelatih yang dilakukan oleh tim Perseru Serui yaitu Coach Yusak Sutanto, betapa terkejutnya saya padahal kompetisi belum lama dimulai, seketika saya pun langsung mengetik di google mengenai pemecatan pelatih,dan lebih mengagetkan saya adalah sudah 7 pelatih yang menjadi keganasan kasta utama sepakbola kita dan yang lebih gilanya lagi adalah dipecatnya Hans Petter dari Bali United yang baru saja melakoni 2 pertandingannya di Liga 1 bersama tim asal Pulau dewata tersebut.

Saya sangat paham bahwa dalam dunia sepakbola profesional pergantian pelatih secara mendadak bukan hal yang mengagetkan. Tetapi sebagai seorang pelatih saya melihat hal tersebut terlalu ceroboh, mengapa demikian? Karena setiap pelatih perlu penyesuaian, proses yang memerlukan waktu tidak sebentar.

Masih sangat kental sekali bahwa bangsa kita itu suka segala sesuatu yang instan. Budayanya instan, makanannya instan, oleh karena itu suksesnya pun kalau bisa juga dengan cara yang instan. Ini yang salah, ini yang harus dirubah, dan ini yang harus segera kita perbaiki.

Adakah dari kita sekalian yang berpikir bahwa kegagalan kesuksesan pada sebuah tim ialah pergantian pelatih yang terlalu cepat? Dimulai dari nama-nama seperti dibawah ini,

  1. Angelo Afredo Vera dipecat pada pekan ke 1 #Persipura
  2. Hans Petter Schaller pada pekan ke 2 #BaliUnited
  3. Lauren Hatton pada pekan ke 3 #PSTNI
  4. Timo Scheneuman  pada pekan ke 3 #Persiba
  5. Yusack Sutanto pada pekan ke 9 #Perserui
  6. Lisetiadi pekan ke 10 #Persipura
  7. Osvaldo Lessa pekan ke 11 #Sriwijaya

7 Pelatih dalam kurun waktu hanya 10 pekan saya rasa hal yang sangat tidak fair, sejatinya saya sebagai pelatih sangat mengutuk sekali hal-hal instan yang dilakukan oleh tim tim di liga kita, dalam hal ini kita bisa belajar bagaimana Arsenal begitu yakin, percaya, dan menghargai Arsene Wenger sebagai seorang pelatih The Gooners. Sang Profesor juga tidak luput dari kegagalan dalam beberapa kompetisi lokal ataupun domestik, yang saya masih sangat ingat adalah ketika pada tahun 2011 Arsenal mengalami kekalahan yang sangat memalukan melawan MU dengan skor 8-2 sehingga Mourinho  sempat melempar ejekan yaitu “Spesialis dalam kegagalan”

Saya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi apabila Wenger melatih di Persib Bandung dan kemudian kalah dengan skor yang sama oleh Persija Jakarta. Tetapi pemilik Arsenal tetap yakin, sabar, dan percaya meskipun sangat banyak supporter Arsenal yang menginginkan dirinya hengkang, tetapi Wenger berhasil meraih gelar Juara piala FA pada tahun 2014 setelah mengalahkan Hull City.

Dan memang juga hal yang sangat jarang kita dengar di Negara yang sepakbola maju memecat pelatih yang baru saja bermain dua atau tiga pertandingan, entah ingin dikatakan liga yang ganas atau apa tetapi pada kenyataannya kualitas sepakbolanya ya masih begitu-begitu saja, 10 kali mengganti pelatih dalam waktu 1 musim kompetisi pun saya rasa tidak akan ada perubahan yang signifikan bahkan mendatangkan pelatih terbaik di dunia sekalipun ke Liga Indonesia saya rasa akan sama saja hasilnya apabila tidak diberi kesempatan yang cukup untuk beradaptasi dengan tim, karena semua itu perlu proses yang tidak sebentar.

Akhir sekali saya, anda atau kita semua pasti berharap para pemilik tim di Indonesia segera sadar bahwa sebuah tim yang bagus tidak akan bisa dibangun dengan hanya hitungan bulan sekalipun Mourinho atau Pep yang datang untuk melatih, mungkin Pep maupun Mou akan terkejut ketika melihat pemilik club tetiba ikut memberi instruksi ketika pertandingan atau memberi masukan siapa yang akan main 11 pertama. Dan jelas bahwa memecat pelatih dalam waktu cepat adalah bukan solusi yang tepat.

SELESAI …